Kamis, 12 Agustus 2010

AL QUR'AN DAN ASTRONOMI


Penciptaan Alam Semesta

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Pemisahan Langit dan Bumi



Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.

Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)

Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan.

Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta.

Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini.

Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

Garis Edar

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.


Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.

Mengembangnya Alam Semesta



Edwin Hubble dengan teleskop besarnya.

Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.



Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

Bentuk Bulat Planet Bumi

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5)

Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Atap yang Terpelihara


Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.

Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.

Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.


Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.

Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.

Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)

Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.

Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.

Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran energi ini. The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield protecting the earth from celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. In the above picture, this magnetosphere layer, which is also named Van Allen Belts, is seen. These belts at thousands of kilometres above the earth protect the living things on the Earth from the fatal energy that would otherwise reach it from space.

Langit yang Mengembalikan

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.

"Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11)

Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.


Versi online dari buku-buku Harun Yahya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sedang dalam persiapan.
Untuk sementara Anda dapat mengunjungi halaman Download untuk mendownload versi teks atau pdf yang tersedia dari buku-buku tersebut.

© Harun Yahya Internasional 2003.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
info@harunyahya.com

Menghitung Huruf Al-Qur'an

Posted On Kamis, 27 Maret 2008 at di 16:26 by .: IKHSAN. ND
Menghitung Huruf Al-Qur'anoleh: Ibnu KholilGairah intelektualitas para Ulama masa lalu memang membikin kita mengeleng-gelengkan kepala. Banyak kita jumpai karya-karya spektakuler yang jarang kita dapatkan pada zaman ketika gairah intelektualitas umat Islam menurun. Terkadang sesuatu yang kita tidak anggap penting, namun ternyata tidak luput dari ide-ide kreatif yang mereka ciptakan.Dan ternyata hal-hal yang dianggap tidak penting itu memiliki tempat khusus di dalam hati para generasi berikutnya. Bahkan, juga kadang menjadi data penting yang cukup jarang diketahui. Karena tidak jarang, walaupun masa ini telah ditopang dengan kecanggihan teknologi, ternyata masih harus pasrah hanya dengan gelengan kepala, mengingat situasi teknologi zaman dulu masih tidak secanggih saat ini.Salah satunya hasil penelitian seorang sekaliber Imam an-Nasafi yang meneliti jumlah huruf dalam kitab suci al-Qur ‘an!.Kalau yang dihitung adalah jumlah surat atau kalimat, masih mending. Tapi kalau menghitung jumlah huruf, cukup ruwet juga, 'kan ‘ Dan ternyata itu yang dilakukan oleh an-Nasafi.Hasil penelitiannya ini ditulis dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn a’rabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah karangannya sendiri. Berikut ini uraiannya dan huruf-huruf diurut sesuai dengan banyaknya:Alif : 48740 huruf,Lam : 33922 huruf,Mim : 28922 huruf,Ha : 26925 huruf,Ya ‘ : 25717 huruf,Wawu : 25506 huruf,Nun : 17000 huruf,Lam alif : 14707 huruf,Ba ‘ : 11420 huruf,Tsa ‘ : 10480 huruf,Fa ‘ : 9813 huruf,‘Ain : 9470 huruf,Qaf : 8099 huruf,Kaf : 8022 huruf,Dal : 5998 huruf,Sin : 5799 huruf,Dzal : 4934 huruf,Ha : 4138 huruf,Jim : 3322 huruf,Shad : 2780 huruf,Ra ‘ : 2206 huruf,Syin : 2115 huruf,Dhadl : 1822 huruf,Zai : 1680 huruf,Kha ‘ : 1503 huruf,Ta : 1404 huruf,Ghain : 1229 huruf,Tha ‘ : 1204 huruf danterakhir Dza : 842 huruf.Jumlah total semua huruf dalam al-Qur‘an sebanyak : 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu). Jumlah total ini sudah termasuk jumlah huruf ayat yang di-nusakh.mambaussholihin.com 2006

Senin, 09 Agustus 2010

Misteri Angka 11 Tragedi WTC

Tragedi World Trade Centre (WTC) 11 September 2001 mungkin tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah dunia. Konon kabarnya kejadian ini sudah diramal ratusan tahun sebelumnya oleh peramal Nostradamus. Namun ternyata ada misteri lain di balik peristiwa ini, misteri angka 11. Mungkin bermula dari posisi menara kembar yang menyerupai dua buah angka satu (11) atau mungkin peristiwa ini terjadi di tanggal ke-11. Nah berikut misterinya...



Fakta yang menghubungkan tokoh/tempat dengan angka

1. New York City memiliki 11 huruf.
2. Afghanistan memiliki 11 huruf.
3. Ramsin Yuseb (terroris yang menyerang WTC pada 1993) memiliki 11 huruf.
4. George W Bush memiliki 11 huruf.
5. WTC membentuk angka 11.

WTC Membentuk angka 11
Anda berpikir hal-hal diatas hanya kebetulan? Coba simak lagi...

1. New York adalah negara bagian ke 11
2. Pesawat pertama yang menabrak WTC memiliki nomor penerbangan 11.
3. Pesawat itu mengangkut 92 orang penumpang, 9+2 = 11.
4. Pesawat satu lagi yang menabrak WTC mengangkut 65 orang penumpang, 6+5= 11.
5. Tragedi itu terjadi pada 11 September, 9/11, 9+1+1 = 11
6. Tanggalnya sama dengan pelayanan darurat Amerika yaitu 911, 9+1+1 = 11.

Jika fakta yang umum diatas masih dianggap kebetulan belaka, maka mari kita coba teliti lebih dalam lagi.

1. Kejadian ini merupakan kecelakaan pesawat yang ke 254, 2+5+4 = 11.
2. September 11 adalah hari ke 254 dalam tahun itu, 2+5+4 = 11.
3. Pemboman Madrid terjadi pada tanggal 3/11/2004, 3+1+1+2+4 = 11.

Bagaimana? Anda masih penasaran? Sebagai analisa terakhir, mari kita lakukan bersama-sama dengan data yang ada. Pertama, silakan bukaMs. Word di laptop/PC anda. Kemudian ikuti petunjuk dibawah.

1. Ketik Q33 NY, ini adalah nomor penerbangan pesawat pertama yank menabrak WTC.
2. Tebalkan (bold) Q33 NY.
3. Ganti ukuran font menjadi lebih besar (disarankan 48 atau 72).
4. Ganti jenis font menjadi WINGDINGS 1

Apa yang Anda lihat??

Rabu, 04 November 2009

Hitung Zakat Penghasilan Dari Masa Kerja 3 Tahun


Kamis, 29/10/2009 10:58 WIB

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Pak Ustadz... saya bekerja di jepang selama tiga tahun dan sebentar lagi masa kerja saya di jepang akan berakhir. Karena saya belum mengetahui tentang zakat penghasilan pada tahun pertama dan kedua di jepang, bagaimana cara menghitung zakat saya? apakah tetap harus dirinci tiap-tiap pertahun ataukah langsung dihitung jumlah total pendapatan saya selama tiga tahun lalu baru dihitung zakatnya, atau hanya tabungan yang saya bawa saja yg dihitung zakatnya? lalu dihitungnya dalam jumlah yen(mata uang jepang) ataukah dalam bentuk ketika sudah dicairkan ke rupiah?

lalu bagaimana cara menghitungnya karena saya lupa dgn penghasilan2 yg telah lalu mengingat slip2 gaji tersebut tidak saya simpan dan berbeda2 yg saya dapatkan setiap bulannya karena faktor ada atau tidaknya lembur? berkisar antara 90000-120000 yen

saya juga tidak begitu mengerti tentang pendapatan bersih? apakah pendapatan bersih itu adalah pendapatan yg saya terima saya ketika gajian? ataukah pendapatan yg telah dikurangi oleh biaya kebutuhan hidup?

kebutuhan hidup saya rata-rata 30000 yen perbulan, membayar tabungan wajib yang harus dibayar sebesar 20000 yen perbulan dan untuk tabungan wajib ini langsung dicairkan ke rupiah setiap bulannya oleh badan penyalur tenaga kerja, dan sesekali mengirim uang ke Indonesia untuk membantu orang tua. apakah tabungan wajib ini termasuk kebutuhan ataukah tetap harus dihitung zakatnya? karena pada akhirnya tabungan wajib ini dapat saya terima kembali ketika sudah kembali ke tanah air.

lalu setelah zakat pendapatan, bagaimana dengan zakat harta saya?

dimanakah tempat untuk membayar zakat penghasilan dan zakat harta? adakah badan yang menangani zakat penghasilan dan zakat harta?

mohon penjelasannya pak ustadz karena saya khawatir dengan urusan zakat saya...

terima kasih

Eka Aditya

Jawaban

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Eka Aditya yang sedang bertugas di negara Sakura. Mohon maaf baru sempat dijawab. Semoga etos kerja dan disiplin kerja di Jepang nantinya dapat dikembangkan di Indonesia. Amin.


1. Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat). Para ulama kontemporer dalam menentukan tarif zakat profesi juga berbeda, pendapat yang masyhur adalah pendapat Muhammad Abu Zahrah, Abdurahman Hasan, Abdul Wahhab Khollaf, Yusuf Qaradhawi, Syauqy Shahatah dan yang lainnya sepakat bahwa tarif zakat penghasilan profesi adalah 2,5 %.


Menurut ulama fiqih apabila sebelumnya muzakki belum mengetahui tentang zakat penghasilan yang wajib dizakati. Maka dimaafkan oleh Allah Swt, sabab Allah maha pemaaf dan tidak memberatkan umat-Nya. Sehingga cukup bagi bapak untuk berzakat pada tahun ini yang dapat dikeluarkan baik secara langsung setahun sekali atau boleh juga berangsur-angsur melalui pengeluarannya perbulan. Mengenai tabungan yang dimiliki jika sudah cukup nishab dan haul maka wajib berzakat. Jika ingin menunaikan zakatnya di negara jepang bisa mengeluarkan zakat dalam yen, atau juga sangat dianjurkan dikeluarkan di negeri tempat asal Bapak yaitu Indonesia , sehingga dalam menunaikan zakat bisa dirupiahkan terlebih dahulu.

2. Simulasi Menghitung Zakat Penghasilan
a. Perhitungan zakat dengan uang yen.

Misalnya Bapak memiliki penghasilan perbulan:
Gaji tetap 120.000 yen
Kebutuhan Pokok 30.000 yen
Asumsi nishab dengan 520 kg beras @ Rp. 4000
Nishab (Rp 2.080.000 setara uang yen 20.075 yen (dengan asumsi @1 yen = Rp. 103.61))
Zakatnya adalah 120.000-30.000 = 90.000 x 2,5 % = 2250 yen (wajib zakat yang dikeluarkan

b. Perhitungan zakat dengan uang rupiah.
Misalnya Bapak memiliki penghasilan perbulan:
Gaji tetap 120.000 yen setara Rp. 12.433.200
Kebutuhan Pokok 30.000 yen setara Rp. 3.108.300
Asumsi nishab dengan 520 kg beras @ Rp. 4000
Nishab (Rp 2.080.000)
Zakatnya adalah 12.433.200-3.108.300 = Rp. 9.324.900 x 2,5 % =Rp. 233.122 (wajib zakat yang dikeluarkan

3. Pendapatan bersih? Menurut Yusuf Al-Qardhawi pendapat yang terpilih tentang kewajiban zakat atas gaji, upah, dan sejenisnya, bahwa zakat tersebut hanya diambil dari pendapatan bersih. Model ini biasanya disebut dengan pendekatan netto. Dalam bahasa fikih ada hal-hal yang dapat menjadi pengurang harta wajib zakat, dengan bahasa fikihnya adalah "al fadhlu a'n alhawaaijul ashliyyah" atau "Az ziyadah a'la al haajah al ashliyyah" (kelebihan dari stándar kebutuhan hidup). Syarat ini sebenarnya tidak lepas dalam pembahasan nishab, ulama Hanafiyah menyebutkan bahwa di antara syarat harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah apabila harta tersebut mencapai nishab setelah dikurangi kebutuhan hidupnya.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa zakat ditunaikan setelah dikurangi kebutuhan hidup standar, atau kebutuhan hidup yang pokok meliputi sandang, pangan dan papan, oleh sebab itu persyaratan yang diungkapkan oleh para ulama adalah kebutuhan pokok bukan kebutuhan secara umum.

Kebutuhan pokok (al haajah al ashliyyah) adalah kebutuhan yang dibatasi dengan kebutuhan pokok, jika tidak dibatasi sesungguhnya kebutuhan manusia sangatlah banyak bahkan mungkin tidak ada habisnya, apalagi di era sekarang ini yang senantiasa membutuhkan kebutuhan-kebutuhan pelengkap yang juga dianggap sebagai kebutuhan prinsip.

Oleh sebab itu, tidak setiap kebutuhan yang diinginkan dianggap sebagai kebutuhan pokok, karena seandainya anak Adam ini diberi dua lembah yang berisi emas pasti akan meminta yang ketiga. Akan tetapi yang dimaksud dengan kebutuhan pokok di sini adalah kebutuhan yang tanpanya manusia sulit mempertahankan eksistensinya, seperti kebutuhan pangan, sandang, dan perumahannya sebagaimana juga kebutuhan konsumsi intelektualnya dan penunjang profesinya."

Pada dasarnya zakat baru wajib dikeluarkan setelah dikurangi kebutuhan pokok. Firman Allah Swt : "Mereka bertanya apa yang harus diinfakkan (zakat) katakanlah "al a'fuw" (kelebihan harta)”. (QS. Al-Baqarah (2): 219).

Ibnu Abbas menjelaskan kata al a'fuw adalah kelebihan harta setelah menafkahi keluarga. Dengan demikian maknanya adalah harta yang wajib dizakati adalah harta yang berlebih dari kebutuhan pokok. Dalam Sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalam takhrij-nya yang artinya "Shodaqoh itu (zakat) hanya dibebankan kepada orang yang memiliki kecukupan harta". Dalam riwayat lain disebutkan "Tidak ada shadaqah (zakat) kecuali dibebankan kepada orang yang memiliki kecukupan harta". (HR. Imam Bukhori dalam shahihnya)

Pendapatan atau gaji bersih dimaksudkan supaya biaya hidup terendah seseorang bisa dikeluarkan karena biaya terendah kehidupan seseorang merupakan kebutuhan pokok individu. Zakat diwajibkan atas jumlah senisab yang sudah melebihi kebutuhan pokok sebagaimana telah ditegaskan di atas.

Apabila zakat penghasilan telah ditunaikan pada setiap bulannya maka di akhir tahun, ia tidak wajib lagi menunaikan zakat penghasilannya karena telah ditunaikan. Demikian pendapat Al-Qardhawi, "Apabila seorang muslim telah menunaikan zakat penghasilannya ketika dia memperolehnya maka dia tidak wajib lagi untuk menunaikannya di akhir tahun hal tersebut agar tidak terjadi double zakat terhadap penghasilan yang sama"

Jadi, pendapatan bersih yang dimaksud adalah pendapatan dikurangi kebutuhan pokok dan dengan demikian tabungan tidak termasuk dalam kebutuhan tersebut. Sebagaimana dalam contoh simulasi perhitungan zakat pada jawaban 2.

4. Banyak sekali lembaga zakat yang menangani zakat mal/harta agar zakat Bapak dapat tersalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Sehingga bapak bisa dapat langsung menyalurkan kepada lembaga-lembaga (BAZ/LAZ) yang amanah. Diantaranya lembaga yang amanah di Indonesia seperti Dompet Dhuafa Republika dengan alamat Jl. Ir. H. Juanda No.50 Ciputat Indah Permai Blok C. 28 - 29 Ciputat. 15419 Telp. 021 741 6050 (hunting) // Fax. 021 741 6070. Rekening Atas Nama Dompet Dhuafa Republika: BNI Cab Ps Minggu a.c.No. 251.00092447.001, BMI Pusat Sudirman a.c.No. 301.00155.15, BCA Pd Indah a.c. No. 237.300472.3, Citibank IDR 3-000225-09/USD 3-000225-100, Bank Syariah Mandiri Pd Indah a.c. No. 004.001234.1, Bank Mandiri Pd Indah a.c. No. 101.0098300997. Atau Informasi via email Dompet Dhuafa Republika: dhuafa@cabi.net.id, atau bisa via online kunjungi: http://www.dompetdhuafa.org

Minggu, 08 Februari 2009

Adam dan Hawa di Taman

Adam dan Hawa di Taman
Di kamar tamu dalam rumah saya terpampang di dinding gambar Sitti Hawa sedang berbaring berisitrahat di dalam taman, hasil sulaman isteri saya berukuran 150 x 90 cm. Baru-baru ini seorang tamu mempermasalahkan gambar itu, mengapa dalam taman itu terdapat tiga ekor menjangan. Bukankah binatang tidak mempunyai ruh, sehingga di dalam surga atau taman Firdaus tidak ada binatang?

Hemat saya jawaban pertanyaan yang saya berikan kepadanya perlu saya tulis di kolom ini supaya tersiar lebih meluas, oleh karena memang pada umumnya orang berpendapat bahwa Adam dan Hawa mula-mula berada dalam taman Firdus atau surga di akhirat yang kelak akan ditempati oleh hamba-hamba Allah yang selamat. Artinya yang mula-mula di tempati oleh kakek dan nenek kita adalam di dalam Jannah, dan itu tidaklah di atas muka bumi ini.

Jannah, akar katanya dari tiga huruf: jim, nun, nun, yang arti dasarnya tidak dapat ditangkap mata, terlindung, terhalang. Suatu waktu tatkala saya masuk ke dalam rumah guru saya Allahu Yarham Al Ustadz DR S. Majidi, waktu itu beliau masih hidup, di papan tulis tertera tulisan jim, nun, nun dengan beberapa kata turunannya: Jinn, Jannah, Mujannah, Janin, Majnun. Jinn artinya makhluk yang tak dapat ditangkap oleh mata kasar, Jannah artinya tempat yang terlindung/teduh, yaitu taman, Mujannah alat yang melindungi diri dari tebasan pedang musuh, perisai, Janin yaitu makhluk yang akan menjadi manusia yang masih terlindung di dalam rahim, Majnun, orang yang pikirannya terhalang dari dunia nyata, orang gila.

Apa yang dimaksud Jannah dalam Al Quran? Walladziyna A-manuw wa'Amiluw shShaliha-ti Ula-ika Ashha-bu lJannati Hum Fiyha- Kha-liduwna (S. Al Baqarah 82), artinya: Orang-orang yang beriman dan beramal salih mereka itu penghuni al Jannah, mereka kekal di dalamnya (2:82). 'Indaha- Janntu lMa'wa- (S. AnNajm, 15), artinya: Dan di dekatnya Jannah tempat diam.
Dalam ayat di atas itu al Jannah dan Jannah berarti surga di akhirat kelak.
Selanjutnya marilah kita perhatikan ayat yang berikut: Wa Matsalu Lladziyna Yunfiquwna Amwa-lahumu bTigha-a Mardha-ti Llah wa Tatsbiytan min Anfusihim kaMatsali Jannatin biRabwatin Asha-baha- Wa-bilun (S. Al Baqarah, 265), artinya: Umpama orang-orang yang menafakahkan hartanya, karena mengharapkan ridha Allah dan menetapkan (keimanan) dirinya, seperti Jannah di dataran tinggi yang ditimpa hujan lebat.
Dalam ayat di atas Jannah berarti taman atau kebun di permukaan bumi ini.
Jadi menurut Al Quran yang dipergunakan sebagai kamus, Jannah dapat berarti surga di akhirat, atau dapat pula berarti taman di permukaan bumi ini, sesuai dengan konteks ayat itu masing-masing.

Selanjutnya marilah kita perhatikan ayat yang berikut: Wa Qulna- yaAdamu Skun Anta wa Zawjuka lJannata wa Kula- Minha- Raghadan Haytsu Syi'tuma- wa La- Taqraba- Hadzihi sySyajarata Fatakuwna- mina zhZhalimyn (S.Al Baqarah 35). Kami berfirman, hai Adam tinggallah engkau bersama isteri engkau dalam Jannah dan makanlah buah-buahan dengan senang yang engkau sukai dan janganlah engkau berdua dekati pohon kayu ini nanti kamu termasuk orang-orang yang aniaya.
Selanjutnya akan dikutip ayat yang berikut: Fa Azallahuma sySyaythanu 'Anha fa Akhrajahuma Mimma- Ka-na fiyhi wa Qulna- hbithuw Ba'dhukum liBa'dhin 'Aduwwun wa Lakum fiy lArdhi Mustaqarrun wa Mata-'un ilay Hiynin (S.Al Baqarah 36), artinya: Maka keduanya diperdayakan setan lalu keluarlah keduanya dari apa yang telah dialaminya tadi dan Kami firmankan turunlah kamu, sebahagian menjadi musuh dari sebahagian yang lain dan bagi kamu kediaman dan kesenangan di dunia hingga seketika (S.Al Baqarah 36).
(Sedikit catatan tambahan yang tidak berhubungan dengan pokok pembahasan kita. Yaitu bahwa Adam ditipu setan bukanlah atas pengaruh isterinya seperti yang diceritakan dalam Israiliyat. Jelas ayat itu mengatakan bahwa Fa Azallahuma sySyaythanu, Maka keduanya diperdayakan setan).
Manusia mulai dalam alam arwah, lalu arwah itu ditiupkan ke dalam janin dalam alam rahim ibu. Kemudian lahir ke luar ke alam syahadah. Seterusnya ruh dicabut berpindah ke alam barzakh, menunggu berbangkit dengan jasad yang baru pada hari berbangkit, lalu diadili, kemudian ke alam akhirat yang kekal. Dari hasil pengadilan itu yang selamat masuk jannah atau surga yang celaka masuk neraka. *)

Kalau kakek dan nenek kita Adam dan Sitti Hawa mula-mula tinggal dalam jannah atau surga yang sesungguhnya di akhirat kelak, maka ada enam keberatannya, dengan alasan 'aqliyah (rasional) dan naqliyah (scriptural).
Keberatan pertama, Adam dan Sitti Hawa ibarat dalam cerita science fiction menerobos waktu berjalan mundur dari akhirat ke alam dunia. (alasan 'aqliyah)
Keberatan yang kedua surga di akhirat itu diharamkan setan masuk di dalamnya. Dalam ayat di atas itu setan menipu keduanya dalam jannah. (Fa Azallahuma sySyaythanu, setan menipu keduanya). (alasan 'aqliyah dan naqliyah)
Keberatan ketiga, kalaulah jannah itu surga di akhirat, mengapa masih ada larangan bagi Adam dan Hawa untuk mendekati pohon itu (Janganlah engkau berdua dekati pohon kayu ini). (alasan 'aqliyah dan naqliyah)
Keberatan keempat, Adam dibuat dari tanah, "Engkau jadikan aku (iblis) dari api dan Engkau jadikan dia (Adam) dari tanah" (S. Al A'ra-f, 12). Karena Adam dijadikan dari tanah, maka ia dibuat di bumi ini. Tidak ada keterangan dalam Al Quran dan Hadits bahwa Adam dan Siti Hawa di"mi'raj"kan ke surga. (alasan 'aqliyah dan naqliyah)
Keberatan kelima, kalau itu surga yang sesungguhnya di akhirat, mengapa ada matahari di dalamnya: "Sesungguhnya engkau tiada lapar di dalamnya dan tiada pula bertelanjang. Dan sesungguhnya tiada engkau haus di dalamnya dan tiada (merasa panas) waktu matahari naik" (S. ThaHa, 118 - 119). (alasan 'aqliyah dan naqliyah)
Keberatan keenam: seperti ayat (S.Al Baqarah 36) yang telah dikutip di atas: "Qulna- hbithuw Ba'dhukum liBa'dhin 'Aduwwun", artinya: turunlah kamu, sebahagian menjadi musuh dari sebahagian yang lain. Adapun makna perintah Allah ihbithuw, turunlah, tidaklah seperti bidadari turun dari kayangan dalam dongeng. Kata turun, habatha, dalam Al Quran dipakai untuk pengertian air yang meluncur turun (S.Al Baqarah 74), Nabi Nuh AS turun dari kapalnya (S. Huwd 48) dan Banie Israil disuruh turun ke kota, go down town (S.Al Baqarah 61). Jadi perintah Allah ihbithuw, turunlah dalam pengertian topogarifs, dari tempat ketinggian di permukaan bumi ke tempat yang lebih rendah. Dengan demikian taman yang ditempati oleh Adam dan Hawa berada di sebuah dataran tinggi. (alasan naqliyah)

Walhasil jannah yang dimaksud tempat Adam dan Hawa bersenang-senang kemudian keduanya ditipu setan bukanlah dalam taman Firdaus, melainkan taman di tempat yang ketinggian di muka bumi ini. Lalu jangan terlena, ketiga ekor menjangan dalam gambar hasil sulaman isteri saya itu dapat dipertanggung-jawabkan. Perlu diketahui bahwa designer lukisan itu adalah saya sendiri. WaLlahu A'lamu bi shShawab. **)

*** Makassar, 8 September 1996 [H.Muh.Nur Abdurrahman]
*) Firman Allah SWT: Kayfa takfuru-na biLla-hi wa kuntum amwa-tan faahya-kum tsumma yumi-tukum tsumma yuhyi-kum tsumma ilayhi turja'u-n. Kuntum amwa-tan dalam keadaan mati, belum berjasad (alam arwah) - faahya-kum. janin ditiupkan ruh dihidupkan (alam rahim), lahir ke dunia (alam syahadah) - yumi-tukum, dimatikan, ruh berpisah dari jasad, jasad hancur menjadi tanah ruh pindah ke alam barzakh, yuhyi-kum, dihidupkan, ruh menempati jasad baru yang permanen (bukan dari tanah lagi) lalu bangkit (qa-ma, qiya-mun = berdiri, berbangkit). Iniliah yang disebut yawmu lqiya-mah, hari berbangkit. Bila tibanya hari berbangkit, atau hari kiamat itu? Secara kuantitatif, 10.000 tahun lagi, 100.000 tahun lagi? Itu rahasia Allah SWT. Namun secara kualitatif ialah apabila semua ruh di alam arwah sudah semuanya dituiupkan Allah ke dalam janin manusia, artinya apabila semua arwah di alam arwah sudah pindah semuanya ke alam syahadah menjadi manusia, dan semua manusia itu sudah menjalani kehidupan di alam syahadah, semua arwah sudah masuk alam barzakh, maka itulah saatnya yawmu lqiya-mah, hari kiamat. Adapun prolog hari kiamat ialah gempa global, seperti dalam Surah al Zilzal (silakan baca surah tersebut). Menyusul hari kiamat, atau hari berbangkit ialah semuanya dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk diadili, inilah yang disebut dengan yawmu ddi-n, hari pengadilan, ini selalu kita baca pada waktu shalat: Maliki yawmi ddi-n, Allah adalah Raja atau Pemilik Hari Pengadilan. Sesudah diadili yang selamat masuk surga, yang tidak selamat masuk neraka, itulah Hari Akhirat yang kekal. [HMNA]
**) Ada dua catatan penting yang perlu diberikan terhadap tulisan di atas. Pertama; menggambar makhluk hidup (seperti manusia dan hewan) apalagi untuk dipajang adalah haram berdasarkan dalil-dalil al-Hadits yang sangat banyak dan tegas. Kedua; Adam dan Hawa sebelum diturunkan ke bumi memang tinggal di dalam surga. Keberadaan Adam dan Hawa serta Iblis di surga, larangan mendekati sebuah pohon, serta berhasilnya tipu daya Iblis merupakan skenario yang disiapkan oleh Allah sebelum menempatkan manusia (serta Iblis) di bumi. Dalil-dalil dari al-Quran dan al-Hadits tentang hal tersebut sangat banyak dan bukan pada tempatnya untuk kami kemukakan di sini satu-persatu. Keberatan-keberatan yang dikemukakan oleh HMNA bisa dijawab sebagai berikut. Jawaban terhadap keberatan pertama: surga dan neraka itu sudah diciptakan oleh Allah (sudah ada sekarang) meskipun nanti benar-benar " berfungsi" setelah berakhirnya alam dunia dan berlangsungnya alam akhirat. Jawaban terhadap keberatan kedua dan ketiga: adanya iblis dan larangan di surga ketika itu adalah dalam rangka skenario penempatan mereka di bumi. Dan fungsi surga ketika itu belum sama dengan fungsi surga setelah berlangsungnya alam akhirat kelak. Jawaban terhadap keberatan keempat: tidak ada kesulitan bagi Allah untuk menciptakan manusia dari tanah di bumi dan menempatkannya sementara di surga. Adapun bagaimana caranya, akal kita tidak mampu menjangkaunya. Jawaban terhadap keberatan kelima: justru dalam ayat itu menunjukkan bahwa di surga tidak ada matahari yang panas seperti di bumi. Jawaban terhadap keberatan keenam: perkataan habatha - ihbithuw artinya "turun dari ketinggian" dan tidak ada salahnya bila digunakan untuk mengungkapkan makna "turun dari surga ke bumi" walaupun caranya tentu tidak sama dengan cara turun dari tempat tinggi di bumi. Wallahu a'lam.

Selasa, 11 November 2008

Prospek lulusan SMK Farmasi dalam era globalisasi

Prospek lulusan SMK Farmasi dalam era globalisasi
12-05-2008

--------------------------------------------------------------------------------

Sejalan perkembangan zaman, dimana lapangan kerja semakin membutuhkan generasi unggulan yang memiliki moralitas dan mentalitas yang baik maka perlunya adanya pendidikan dan pembinaan yang sistematik sesuai dengan program pemerintah. Dan disisi yang lain untuk mempersiapkan datangnya AFTA (Asean Free Trade Area) dan persaingan Global, menuntut setiap pihak termasuk penyelenggara pendidikan untuk dapat menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang kompeten di bidangnya dan mampu bersaing di dunia kerja.

Sementara itu dengan kondisi perekonomian Negara saat ini, tenaga lulusan setingkat SMU diharapkan dapat memiliki kemampuan bersaing, sehingga dapat menjadi tenaga kerja yang profesional dan produktif, adaptif dan kreatif, mampu mengatasi perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Perkembangan industri bidang farmasi merupakan salah satu bidang yang menjanjikan di Indonesia, ketika kebanyakan industri kewalahan ditimpa resesi, sedangkan industri farmasi justru berkembang tiap tahun (tahun 1998 pasar berkembang 25%, tahun 1999 bertambah lagi 20% dan tahun 2000 mencapai 50%, perkembangan berkesinambungan sampai tahun 2008). Tenaga asisten apoteker juga merupakan "backbone" di sektor apotek dan laboratorium klinik yang perkembangannya mengikuti perkembangan perumahan. Di setiap area di mana pemukiman berkembang, akan berkembang pula apotek dan laboratorium klinik.

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan perlu segera melakukan proses peningkatan profesionalisasi pelayanan baik secara kuantitas maupun kualitas.

Sekolah Menengah Kejuruan bidang keahlian Farmasi, yang melihat situasi dan kondisi yang ada menangkap peluang kebutuhan akan tenaga pelaksana di bidang farmasi, termasuk sektor pelayanan (apotek, rumah sakit), distribusi obat (PBF, Pedagang Besar Farmasi) juga sector industry dan laboratorium.

Untuk menjawab peluang tersebut maka dalam penyelenggaraan pendidikan berpedoman pada kurikulum pemerintah yang didasarkan pada struktur program kurikulum SMK yang berlaku saat ini, yaitu :

1. Komponen Normatif
Mengarahkan siswa pada pembentukan watak dan sikap etis, melalui mata pelajaran seperti :
* Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan
* Pendidikan Agama
* Bahasa Indonesia
* IPS (Sejarah Nasional dan Sejarah Umum)
* Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

2. Komponen Adaptif
Mengarahkan siswa pada konsep berfikir logis dan kreatif, melalui mata pelajaran seperti
* Matematika
* Kimia
* Biologi
* Bahasa Indonesia
* Keterampilan Komputer dan Perkenalan Informatika (KKPI)

3 Komponen Produktif.
Mengarahkan siswa pada pembekalan keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan kemampuan yang diperlukan oleh dunia kerja, melalui mata pelajaran seperti :
* Ilmu Resep
* Farmakologi
* Farmakognosi
* Administrasi Farmasi
* Kesehatan Masyarakat
* Perundangan undang Kesehatan
* Praktek Kerja Lapangan

Berdasarkan kurikulum pendidikan yang diberikan kepada siswa didik, maka Kompetensi lulusan SMK Farmasi yang dapat dibentuk adalah sebagai berikut :

A. Melaksanakan peracikan obat
* Menjelaskan konsep kefarmasian
* Membuat sediaan serbuk
* Membuat sediaan larutan
* Menjelaskan cara pembuatan sediaan steril
* Mengidentifikasi resep
* Membuat sediaan kapsul
* Membuat sediaan emulsi
* Membuat cara pembuatan galenika
* Menjelaskan cara pembuatan infus ( Rebusan )
* Menggunakan alat-alat peracikan
* Membuat sediaan salep
* Membuat sediaan suspensi
* Menjelaskan pembuatan Suppositoria / Ovula

B. Melaksanakan Penatalaksanaan Sediaan Farmasi
* Melakukan penataan dan penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan sifat fisik dan kimia
* Melakukan pencatatan dan laporan sediaan farmasi
* Melakukan penataan dan penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan peraturan perundang-undangan
* Menjelaskan jaringan dan sistem distribusi sediaan farmasi

C. Melaksanakan pengelolaan perbekalan farmasi sesuai dengan kewenangannya
* Melaksanakan pelayanan prima
* Pengadaan sediaan farmasi
* Menghitung harga sediaan farmasi
* Meningkatkan penjualan

D. Melaksanakan konsep hidup sehat
* Mengkomunikasikan konsep hidup obat
* Memberikan informasi penggunaan obat
* Menginformasikan penggunaan obat

Adanya Program link and match antara industri dengan instansi yang terkait, seperti Apotek dan Industri ( User ) guna mengasah kemampuan dan Keterampilan penatalaksanaan kefarmasian sehingga memiliki kecakapan sesuai dengan Standar ISO yang ditetapkan oleh dunia Industri / User.

Konsepsi lain yang ada pada kurikulum SMK Farmasi adalah adanya peluang bagi lulusan untuk dapat langsung bekerja di industri baik swasta maupun BUMN dan memungkinkan untuk dapat membuka lapangan kerja sendiri dengan dibekali entrepreneurship sebagai modal keterampilan serta dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi baik di lingkungan Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Perguruan Tinggi favorit seperti ITB, UPI maupun pendidikan tinggi lainnya yang relevan dengan program keahlian ini.

Prospek lulusan SMK Farmasi dengan seabreg kompetensi yang dimilikinya, dekade sekarang ini masih sangat terbuka luas, baik menjadi bagian ;

1. Pelayanan dan penatalaksanaan kesehatan masyarakat seperti menempati formasi Asisten Apoteker pada Instalasi Apotek, Instansi Rumah Sakit Pemerintah maupun swasta
2. Tenaga penyuluh kesehatan masyarakat di PUSKESMAS
3. Tenaga Teknisi di Industri Obat, Makanan, Minuman, Alat Kesehatan, Obat Tradisional, Kosmetik, Bahan Kimia
4. Tenaga Laboran di Lembaga Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Klinik
5. Tenaga Distribusi/Marketing di Pedagang Besar Farmasi (PBF)
6. Entrepreneuship/Wirausaha dengan membuka toko obat atau Apotek.
7. Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta.


Penulis : Ronnie Kustiana, SST Wakasek dan Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru SMK Farmasi Bina Insan Mulia

Kurikulum SMK Kesehatan Raflesia

Kurikulum SMK Kesehatan Raflesia
Program Keahlian : Perawatan Terpadu

Kurikulum SMK Kesehatan Raflesia mengikuti kurikulum Diknas (KTSP) plus kurikulum Kesehatan (lokal) dengan muatan :

1. Program NORMATIF
Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah
Bahasa Indonesia
Olah Raga dan Kesehatan (ORKES)

2. Program ADAPTIF

Bahasa Inggris
Matematika
Keterampilan Komputer dan Pengenalan Informasi
Kewirausahaan
Biologi
3. Program PRODUKTIF

Anatomi Fisiologi
Keterampilan Keperawatan
Farmasi
Laboratorium
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Kedokteran